Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Januari 19, 2014

Rain in January


I love rain in January
Though it pours daily
It cures my little weary
Thoughts of you especially

I hate rain in January
Besides the floods around the city
It keeps me getting angry
About thoughts of you especially



 Jakarta, 18012014


______________________________________________________
Pict Source: http://indosurflife.com/wp-content/uploads/2012/12/RainDrops.jpg

April 24, 2012

E [L] M [O] P [V] T [E] Y



Kosong
Bukan tak ada kata, melainkan tak kutemukan rupa
Bukan tak tergagas, ku hanya tak mampu menangkap yang sekilas
Bukan pula tanpa rasa, justru ini asing berjuta makna
Maka bukannya 'ia' tak ada, 'ia' sangatlah nyata

Kosong
Bagaimana kau memberi nama pada apa yang telah kau dustai sedemikian rupa?
Bagaimana kau mampu menangkap kilas yang senantiasa kau tutup buka?
Bagaimana rasa tak membingungkan jika kau tak benar-benar menerima?
Bagaimana 'ia' tak mewujud jika kau tak kenal cinta?

Cinta
Mungkin ia cinta, satu kata berjuta makna
Penyembuh yang sekarat, penawar racun berat
Mewujud dalam ribuan rupa, jutaan wajah, dan nama yang tak terhingga
Penggugah imajinasi, pemicu fantasi

Cinta
Mungkin saja cinta, satu makna berjuta kata
Pemicu sekarat pada yang sehat, racun ganas bagi yang tak kuat
Satu nama, satu wajah, satu rupa, tak terhingga kamuflasenya
Pembunuh kreativitas, perusak batas

Apa itu cinta?
...
[kosong]

Siapa itu cinta?
...
[kosong]

Mengapa ada cinta?
...
[kosong]

Maka kuputuskan berdiam dalam kosong
Sesaat berikutnya, 'ia' muncul begitu saja
'Kaukah itu cinta?'
...
[kosong]

Ah, mungkin cintaku mewujud dalam kekosongan



...
Sumber gambar:

September 23, 2011

Bulan yang Merindu Sang Hujan


Untuk kamu,
Malam ini diguyur hujan

Menyembunyikan bulan sang pujaan

Meski tak ku jumpaimu tadi siang

Balasan pesanmu cukup melegakan
Setidaknya tak perlu kumerasa diabaikan

Untuk hujan yang malam ini mengguyur,
Kau turun membasahi tanah

Ke seluruh jalan sambil menyebarkan bau basah

Seolah hadirmu mengabarkan resah

Yang nyatanya hadir saat datang kabar tentangnya
Dia yang mengingat namanya membuatku gelisah


Untuk bulan yang sosoknya selalu dia kagumi,
Kau memang absen dari langit malam ini
Tapi kutahu kau hanya sembunyi

Seperti halnya aku yang seringkali memandanginya seorang diri

Dari sudut tak nampak, siap lari saat dia pergoki

Seakan menyapanya perlu ribuan nyali


Untuk kamu yang mungkin merindukan sang bulan malam ini,

Aku tahu kamu tahu bulan tak tengah menghilang

Namun cuaca menjadikan langit serasa ada yang kurang

Sebagaimana hubungan kita hingga sekarang

Jawabmu atas tanyaku tak pernah berpanjang

Sikapmu terhadapku tak pernah cukup terang


Wahai hujan yang kian merintik dan hendak habis,

Hadirmu sekejap namun basah yang kau tinggalkan tak sebentar

Menyisakan genang air serta aroma yang masih menguar

Apa kau tahu betapa waktuku bersamanya tak pernah longgar

Namun memori yang kukecap seolah begitu besar

Ingin sekali kuyakin bahwa rasaku pun menjadi rasanya


Oh bulan yang mulai mengintip,

Kau memang tak memiliki cahaya itu

Namun pesonamu seolah membuatnya terpaku

Tahukah betapa aku iri padamu?

Saat dia mengagumi dan mengagungkan indahmu

Anganku terbang mengandaikan namaku yang dia sebut

Untuk hujan dan sang bulan,

Hadirmu bergantian tak nampak bersama

Seolah dimensi kalian sungguh berbeda
Dalam gelap malam hujan, bulan tentu tiada

Begitupun saat langit benderang cahya bulan, tak ada hujan di sana

Entah mengapa hidup kalian serupa denganku dan dia


Untuk kamu dan hanya kamu,
Mungkin bulan dan aku tak akan pernah sepadan

Namun dirimu sungguh serupa hujan di waktu malam

Dalam munculmu yang tak seberapa, ada sisa rasa yang membekas dalam
Dalam deras yang kau guyurkan, ada kesan yang justru menentramkan

Dan dalam anganku tentangmu, ada bulan yang merindu sang hujan



Jakarta, 23 September 02.57
Jan Phaiz (Setya Nurul Faizin)


~ Ditulis di dalam bus transjakarta saat malam hujan menggunakan ponsel, diselesaikan dan diposting melalui laptop pada dini hari di tengah-tengah shift kerja malam. Takut momennya hilang =P ~

. . .


Sumber gambar:
http://fc03.deviantart.net/fs70/i/2011/130/d/5/braving_the_night_rain_3_by_dannyst-d3g2fzc.jpg